Mengenal Lebih Jauh Strategi Hedging di Forex Trading

Strategi HedgingStrategi apa yang sudah Anda pelajari dalam perdagangan forex (valuta asing) untuk menjadi trader profesional? Penting bagi Anda untuk memahami dan menguasai berbagai strategi di dalam trading forex. Tiga yang terpenting dari sekian banyak strategi forex trading dan wajib trader kuasai adalah

  1. Switching
  2. Averaging
  3. Hedging

Nah, berikut ini secara khusus akan dibahas bagian terakhir dari list di atas. Next time, kita bakal diskusi tentang strategi switching dan averaging juga tentunya. Yuk bahas strategi hedging terlebih dahulu.

Apa itu strategi hedging?

Di dalam dunia forex trading, strategi hedging adalah tindakan yang diambil trader untuk melindungi nilai. Istilah lain dari hedging yang kini juga banyak dipakai adalah locking atau mengunci. Intinya, dalam hal ini, trader mengambil tindakan untuk melindungi dana atau mengunci posisinya pada saat itu.

Bagaimana melakukan strategi ini?

Dari definisi di atas, masih belum terbayang bagaimana strategi hedging ini yang sesungguhnya? Tentu Anda perlu tahu bagaimana cara melakukan strategi ini terlebih dahulu.

Trader mengambil tindakan hedging saat ia mengambil posisi yang salah dalam suatu transaksi. Maksudnya? Misal, harga pasangan suatu mata uang saat ini di 1.2100, ia membuka posisi BUY tentu karena memprediksi harga tersebut akan naik berdasarkan analisa yang telah dilakukan. Kenyataannya tak sesuai harapan. Pasar malah mengalami penurunan dari 1.2100 ke 1.2090.

Nah, agar jumlah kerugian tidak bertambah besar, disinilah forex trader melakukan strategi hedging dengan cara mengunci posisi awal dan membuka posisi baru dari arah yang berlawanan.

Trader membuka posisi baru di 1.270. Apa yang terjadi jka pasar kembali turun? Kerugian tetap 10 poin karena posisi pertama 1.2100 ke 1.2070 rugi 30 point dan yang pertama 1.2090 ke 1.1.2070 untung 20 point.

Begitupun apabila pergerakan pasar naik menjadi 1.2110, tetap saja hanya rugi 10 poin. Dari posisi pertama, 1.2100 ke 1.2110 untung 10 point dan dari 1.2090 ke 1.2110 rugi 20 point.

Bisakah meraup profit?

Sejatinya, trader menginginkan strategi yang tak hanya mencegah resiko kerugian dalam jumlah yang besar, tetapi juga kesempatan memperoleh keuntungan. Bukan begitu? Seperti menjalankan bisnis pada umumnya, sesuatu dikatakan strategi karena bisa memberi kemudahan atau membuka peluang. Misalnya, Anda yang punya toko konvensional, kini menerapkan strategi pemasaran online. Tujuannya bukan hanya memudahkan promosi, melainkan juga mendapatkan pembeli/pelanggan baru, bukan? Nah, mungkin beberapa dari Anda bertanya apakah bisa meraup keuntungan dari melakukan hedging ini? Kuncinya adalah perhatikan indikator lain dan pergerakan pasar agar membuat prediksi yang tepat.

Bagaimana menurut Anda tentang strategi hedging? Pentingkah? Cukup mudah dipahamikah? Sebagai tambahan, satu hal yang mesti Anda ingat, jangan mudah tergoda dan tergiur dengan tawaran-tawaran (dari broker) yang menyebutkan bahwa trader bisa melakukan strategi tanpa resiko dan tidak akan mengalami kerugian sama sekali. Mengapa perlu dihindari? Hal tersebut bisa-bisa saja hanya janji manis mereka yang ingin menarik nasabah atau bahkan melakukan scam.

Mempelajari Pola Candlestick dalam Forex

Pola CandlestickAnalisa teknikal adalah salah satu komponen penting di dalam forex trading. Melakukan analisa teknikal dengan benar serta mencocokannya dengan analisa fundamental memungkinkan trader untuk memprediksi pergerakan pasar secara akurat. Salah satu unsur analisa teknikal adalah grafik candlestick atau pola grafik lilin.

Candlestick pertama kali ditemukan oleh orang Jepang pada tahun sekitar 1700 dan 1800-an, yang kemudian semakin dikenal dan dipakai di dunia trading. Pengusaha beras bernama Munehisa Homma yang pertama memiliki gagasan bahwasanya dalam memprediksi pergerakan harga beras, ia berpatok kepada harga-harga di masa lampau.

Pada dasarnya, konsep dasar dari menggunakan pola candlestick untuk melakukan analisa teknikal yakni dengan cara memprediksi pergerakan harga atau tren pasar di masa yang akan datang berdasarkan histori atau harga sebelumnya.

Calon trader atau trader pemula perlu mempelajari pola candlestick guna memperkuat strategi analisa teknikal yang ia lakukan agar dapat melakukan prediksi dengan benar. Dengan pengetahuan yang mumpuni, kesempatan mendapatkan keuntungan semakin terbuka lebar.

Sebelum mengetahui apa-apa saja bagian-bagian grafik candlestick, perlu diketahui  bahwasanya terdapat variasi dalam pola candlestick yang ada saat ini.

Dulunya, para trader mengenal pola candlestick ini dengan warna putih dan hitam saja, yang mana..

  • Putih menunjukkan keadaan bullish
  • Hitam menunjukkan keadaan bearish

Warna hijau dan merah adalah yang paling banyak dipakai dan merupakan versi modern dari warna Hitam dan Putih.

  • Hijau mengindikasikan situasi bullish
  • Merah mengindikasikan situasi bearish

Saat ini, bahkan warna candlestick yang Anda bisa berbeda dari dua pasangan warna yang disebutkan di atas.

Candlestick terdiri atas tiga bagian yakni upper shadow, real body, dan low shadow. Lihat gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya: 

pola candlestick

Jenis-jenis pola candlestick

Bagaimana cara membaca pola candlestick untuk memprediksi pergerakan harga pasar? Tentu Anda perlu mengetahui apa-apa saja jenis pola pada umumnya. Banyak sekali jenis pola candlestick, tapi yang terpenting Anda memahami yang mana kerap muncul dan mana yang paling menguntungkan (menunjukkan potensi keuntungan.

  • Pola candlestick yang pertama adalah single atau disebut juga pola dasar. Sudah dijelaskan di atas dan tertera pada gambar tersebut. Namun, tak selalu demikian. Contohnya adalah Maribozu yakni pola dasar candlestick tanpa shadow.  Ada pula spinning tops yang mana upper dan lower shadow berukuran panjang sedangkan real body berukuran kecil.
  • Pola candlestick double terdiri atas 2 pola dasar. Salah satunya yang paling sering dijumpai adalah Engulfing, baik itu bullish engulfing maupun bearish engulfing. Bullish engulfing yakni keadaan di mana candle bullish lebih besar dan berada di depan candle bearish. Begitu sebaliknya bearish engulfing.
  • Triple. Apabila Anda sudah menguasai pola single an double candlestick, kini saatnya beralih ke yang sedikit lebih kompleks, Triple candlesticks. Saat Anda menjumpai tiga candle bearish berturut-turut,  itu dinamakan Three Crows. Sedangkan, kalau candle bullish tiga kali berturut-turut, namanya Three Soldiers.

Bagaimana Cara Menggunakan Moving Average

Moving AverageDi dalam perdagangan valuta asing, trader harus mengetahui, memahami, dan menguasai analisa teknikal (bersamaan dengan analisa fundamental) guna mengetahui potensi pergerakan tren market. Kalau analisa fundamental menyangkut berita-berita perekonomian, politik, dan faktor luar yang dapat mempengaruhi pasar mata uang, analisa teknikal berkenaan dengan grafik pasar yang dapat dilihat di platform trading.

Banyak yang mengatakan bahwa analisa teknikal itu ribet dan butuh waktu panjang untuk mempelajarinya. Well, kalau Anda benar-benar serius ingin menggeluti dunia forex dan yakin bahwa Anda bisa, tentu mengalami kesulitan dan meluangkan waktu untuk mempelajarinya di awal bukan suatu tekanan, melainkan tantangan. Setuju?

Nah, kali ini akan dibahas tentang salah satu indikator dalam analisa teknikal yaitu Moving Average atau MA. Seperti yang mungkin telah Anda dengar, MA ini cukup populer dan banyak digunakan oleh trader pemula dan profesional.  Bagaimana cara menggunakan MA sebagai dasar analisa teknikal untuk membantu Anda memprediksi pergerakan tren pasar?

Untuk mulai menggunakan Moving Average, trader perlu menyisipkan fitur MA di dalam chart. Cara melakukannya tentu tergantung dari interface platform yang digunakan. Atau istilahnya itu seperti meng-enable. Nah, kemudian ada tiga langkah penting yang perlu Anda lakukan:

Tentukan periode timeframe

Apabila ingin mengandalkan Moving Average sebagai komponen analisa teknikal Anda, baiknya tentukan terlebih dahulu timeframe atau batasan waktu. Pada dasarnya, timeframe itu bisa dilihat dengan rentang waktu menit, jam, dan bahkan hari dilihat dari jumlah tertentu candlestick (atau indikator chart lainnya). Misalnya, Anda ingin melihat tren pasar selama satu jam terakhir atau satu hari kemarin.

Ketahui 2 jenis utama MA

Ingin menggunakan Moving Average? Diwajibkan untuk mengetahui terlebih dahulu dua tipe utamanya (ya, ada lagi selain di bawah ini, tapi dua ini yang terpenting).

Simple Moving Average. Sesuai namanya, jenis MA yang satu ini sederhana dan ditujukan untuk para pemula. Kekurangannya yaitu reaksi terhadap pergerakan harga lamban shingga peluang juga lambat muncul.

Exponential Moving Average. Jenis exponential ini agak sedikit lebih kompeks ketimbang yang simple moving average.  Ini diperuntukkan bagi yang melakukan transaksi secara agresif. Tipe MA yang satu ini bereaksi cepat terhadap pergerakan harga.

Lihat pergerakan atau tingkat kecuraman

Kemudian, dalam menggunakan MA, Anda perlu melihat dari tingkat kecuraman atau pergerakannya. Apabila secara umum terlihat bahwa harga berada di atas MA, itu berarti pertanda uptrend atau kenaikan. Sebailknya, saat Anda melihat penurunan garis MA cukup curam (berarti harga berada di bawah MA) , yang terjadai adalah downtend. Informasi tambahan, bagaimana kalau menembus garis? Perlu diketahui bahwa ada kemungkinan tren akan berubah arah.

Tak jarang pula orang yang tidak mau memanfaatkan Moving Average ini. Bisa tarik garis MA sendiri ada alasannya. Bagaimana dengan Anda? Terlepas dari itu, semoga informasi tentang MA ini bermanfaat!