Bagaimana Cara Menggunakan Moving Average

Moving AverageDi dalam perdagangan valuta asing, trader harus mengetahui, memahami, dan menguasai analisa teknikal (bersamaan dengan analisa fundamental) guna mengetahui potensi pergerakan tren market. Kalau analisa fundamental menyangkut berita-berita perekonomian, politik, dan faktor luar yang dapat mempengaruhi pasar mata uang, analisa teknikal berkenaan dengan grafik pasar yang dapat dilihat di platform trading.

Banyak yang mengatakan bahwa analisa teknikal itu ribet dan butuh waktu panjang untuk mempelajarinya. Well, kalau Anda benar-benar serius ingin menggeluti dunia forex dan yakin bahwa Anda bisa, tentu mengalami kesulitan dan meluangkan waktu untuk mempelajarinya di awal bukan suatu tekanan, melainkan tantangan. Setuju?

Nah, kali ini akan dibahas tentang salah satu indikator dalam analisa teknikal yaitu Moving Average atau MA. Seperti yang mungkin telah Anda dengar, MA ini cukup populer dan banyak digunakan oleh trader pemula dan profesional.  Bagaimana cara menggunakan MA sebagai dasar analisa teknikal untuk membantu Anda memprediksi pergerakan tren pasar?

Untuk mulai menggunakan Moving Average, trader perlu menyisipkan fitur MA di dalam chart. Cara melakukannya tentu tergantung dari interface platform yang digunakan. Atau istilahnya itu seperti meng-enable. Nah, kemudian ada tiga langkah penting yang perlu Anda lakukan:

Tentukan periode timeframe

Apabila ingin mengandalkan Moving Average sebagai komponen analisa teknikal Anda, baiknya tentukan terlebih dahulu timeframe atau batasan waktu. Pada dasarnya, timeframe itu bisa dilihat dengan rentang waktu menit, jam, dan bahkan hari dilihat dari jumlah tertentu candlestick (atau indikator chart lainnya). Misalnya, Anda ingin melihat tren pasar selama satu jam terakhir atau satu hari kemarin.

Ketahui 2 jenis utama MA

Ingin menggunakan Moving Average? Diwajibkan untuk mengetahui terlebih dahulu dua tipe utamanya (ya, ada lagi selain di bawah ini, tapi dua ini yang terpenting).

Simple Moving Average. Sesuai namanya, jenis MA yang satu ini sederhana dan ditujukan untuk para pemula. Kekurangannya yaitu reaksi terhadap pergerakan harga lamban shingga peluang juga lambat muncul.

Exponential Moving Average. Jenis exponential ini agak sedikit lebih kompeks ketimbang yang simple moving average.  Ini diperuntukkan bagi yang melakukan transaksi secara agresif. Tipe MA yang satu ini bereaksi cepat terhadap pergerakan harga.

Lihat pergerakan atau tingkat kecuraman

Kemudian, dalam menggunakan MA, Anda perlu melihat dari tingkat kecuraman atau pergerakannya. Apabila secara umum terlihat bahwa harga berada di atas MA, itu berarti pertanda uptrend atau kenaikan. Sebailknya, saat Anda melihat penurunan garis MA cukup curam (berarti harga berada di bawah MA) , yang terjadai adalah downtend. Informasi tambahan, bagaimana kalau menembus garis? Perlu diketahui bahwa ada kemungkinan tren akan berubah arah.

Tak jarang pula orang yang tidak mau memanfaatkan Moving Average ini. Bisa tarik garis MA sendiri ada alasannya. Bagaimana dengan Anda? Terlepas dari itu, semoga informasi tentang MA ini bermanfaat!